Kebanyakan temen-temen masih nganggep bahwa ujian adalah salah satu momok yang mengerikan. Apalagi UAN, salah satu ujian yang bisa bikin kalap di sekolahan. Gimana tidak?? Setiap tahun ujian ini bisa dibilang termasuk membantu negara dalam mengurangi populasi manusia di negeri ini. Karna selesei pengumuman hasil ujian ini biasanya dilanjutkan dengan berita siswa yang gantung diri di belakang rumahnya. Dua siswi minum baigon bareng-bareng. Ada juga siswa yang berusaha menyilet tangannya meskipun gagal dan terbaring di rumah sakit 3 minggu. Setelah itu lanjut berita siswa satu sekolah ujian ulang karena ketauan kebocoran soal ujian. Kepala sekolah dipenjara karena melakukan aksi suap-menyuap dengan wali murid yang pengen anaknya lulus dengan nilai memuaskan. Semua berita itu selalu dikaitkan dengan 3 hal: UAN, UAN, dan UAN. Ini yang dibilang UAN jadi momok yang mengerikan. Gak hanya siswa, tapi buat wali murid, kepala sekolah, dan reputasi sekolah itu sendiri.
UAN ini sendiri seringkali dikaitkan dengan reputasi sekolah. Artinya, setiap tahun tiap-tiap sekolah bakal mempertaruhkan nama baik waktu ujian ini diselenggarakan. Sekolah akan bangga ketika dinyatakan mampu meluluskan siswanya 100%. Justru ini yang lebih mengerikan. Prinsip sekolah bisa berubah. Bukan untuk mencerdaskan siswa-siswanya, tapi untuk meluluskan siswa saat Ujian Akhir Nasioal. Walhasil, cara apapun akan dilakukan untuk mengejar hal ini. Tak peduli ada kecurangan, penyuapan, dan hal mengerikan yang lain.
Tiga tahun masa sekolah ditentukan tiga hari? Apa benar?
Tiga tahun masa sekolah ditentukan tiga hari? Apa benar?
Bisa benar, bisa salah. Ketika memang hanya nilai UAN yang diperhitungkan untuk kelulusan seorang siswa, maka konsep itu benar. Tapi coba kita pikir, apa fungsi nilai tugas, nilai ulangan harian, ujian tengah semester, dan ujian sekolah? Nilai-nilai itu jelas bukan hanya sekedar karet tambal untuk rapor! Tapi perlu diperhitungkan juga. Makanya, perlu adanya pengawasan yang serius dari pihak sekolah agar nilai-nilai tersebut murni hasil siswa, sehingga bisa diperhitungkan untuk kelulusan siswa nanti.
Apa siswa-siswa yang tidak lulus memang siswa-siswa yang tergolong bodoh?
Apa siswa-siswa yang tidak lulus memang siswa-siswa yang tergolong bodoh?
Belum tentu! Karena memang tidak ada ukuran secara pasti tentang konsep kebodohan seseorang. Banyak dari nama-nama yang dinyatakan tidak lulus adalah siswa yang sebenarnya berprestasi di sekolah. Ketidaklulusan itu sendiri tidak selalu dihubungkan dengan kepandaian siswa. Bisa jadi siswa yang pandai tidak lulus hanya karena salah pake pensil misalnya. Atau memang kondisi siswa sedang buruk saat ujian nasional berlangsung, baik kondisi badan maupun kondisi mental.
![]() |
| Ujian Nasional |
Sedikit share nih, tentang beberapa yang bisa kita lakukan untk menghadapi UAN.
1. SIAP MENTAL Selain kelengkapan ujian, yang lebih dulu dipersiapkan adalah mental. Sepinter apapun kita, ini gak akan ada apa-apanya kalo waktu ujian mental kita drop. Tenang, sabar, telaten, cermat itu yang sangat kita butuhin waktu ujian. Kalo udah jauh dari perasaan gelisah/takut, akan memudahkan kita untuk mengingat materi-materi pelajaran yang lalu-lalu. Memperhitungkan waktu memang penting, tapi jangan sampai merasa elo dikejar-kejar waktu. Soalnya itu cuma bakalan nambah kegelisahan kita. Mulai sekarang, katakan pada diri sendiri bahwa elo sudah siap UAN!
2. PERBANYAK LATIHAN SOAL Menurut pengalaman gue cara ini yang paling efektif. Soalnya, kebanyakan tipe-tipe soal UAN ya itu-itu aja. Percuma kita ngafalin teori-teori panjang lebar tapi gak pernah keluar di soal UAN. Kalo udah terbiasa ngerjain tipe-tipe soal UAN, gak ada lagi yang perlu kita takutkan dari UAN. Terus pelajari model-model soal dari UAN tahun lalu, dan perbanyak koleksi model soal prediksi. Trust me, it works! (kata iklan)
3. TIDAK PERLU BELAJAR KERAS, TAPI TERATUR Pahami tipe belajarmu. Hilangkan mindset tentang SKS alias Sistem Kebut Semalam. UAN gak bisa dihajar hanya dengan belajar semalaman. Kalo memang terbukti bisa, buat apa kita tiap hari sekolah kalo hanya bisa dilakoni dengan semalaman? Mulai sekarang, wajib belajar secara teratur. Nggak perlu belajar berjam-jam, cukup 15 menit yang penting paham apa yang kita pelajari. Tapi harus dilakukan setiap hari dan teratur. Tergantung seberapa cerdas elo memanajemen waktu untuk belajar. Lebih baik belajar sedikit tapi teratur, daripada banyak tapi malah menyiksa.
4. PROAKTIF Menantang waktu, kita harus proaktif dalam hal ini. Jangan menunggu waktu terlalu lama kalo elo menemukan kesulitan dalam materi pelajaran. Segera tanyakan pada guru, teman-teman, atau keluarga. Menambah jam les boleh juga, tapi jangan terlalu banyak yang justru menimbulkan rasa bosen dan stres. Nggak ada lagi seneng-seneng waktu ada jam kosong. Proaktif dalam memanfaatkan waktu.
5. MOTIVASI DAN SUGESTI PADA DIRI SENDIRI Ambil bolpoin dan kertas. Tulis dengan huruf kapital kalimat ini : "UAN MUDAH, SAYA SIAP MENGHADAPI UAN!!!" Tujuannya adalah mensugestikan pada diri elo bahwa elo bener-bener siap menghadapi UAN. Ingat hal-hal baik yang bakalan terjadi jika elo berhasil lulus Ujian Nasional dengan nilai yang sangat memuaskan. Motivasi diri elo sendiri! Buat orangtua bangga punya anak seperti elo. Inget bro, orangtua banting tulang demi pendidikan kita.
Jangan memperhitungkan apa yang orangtua berikan pada kita, tapi perhitungkan apa yang bisa kita berikan untuk mereka. UAN ini menjadi kesempatan untuk mempersembahkan prestasi sama mereka. BUAT ORANGTUAMU BANGGA!
6. RESTU ORANGTUA Gak hanya waktu nikahan aja kita butuh restu dari orangtua, tapi dalam segala hal. Termasuk ujian ini. Restu Tuhan kan ada di restu orangtua kita juga. Orang tua kita gak bakalan keberatan kok untuk mendoakan kita. Doa ibu kita jauh lebih manjur lho. Minta dengan tulus sama mereka untuk bener-bener merestui ujian kita.
7. BERDOA DAN TAWAKKAL Segede apapun mental dan usaha kita bakalan mustahil tanpa pertolongan Tuhan. Jadi wajib buat kita untuk selalu berdoa kepada-Nya. Setiap agama pasti punya cara masing-masing bagaimana cara berdoa dengan baik dan benar. Tapi tujuannya pasti sama, yaitu memohon pertolongan dari Yang Maha Kuasa. Kita berdoa kepada-Nya semoga diberi kemudahan, kesehatan, dan kelulusan. Ingat, jangan berharap banyak jika siang malem kita berdoa, tapi gak pernah belajar. Tuhan melihat usaha siapa paling keras dan doa siapa yang paling tulus. Kalo usaha dan doa udah maksimal, tinggal kita serahkan semua pada Tuhan Yang Maha Esa. Yakin dan percaya, bahwa apa yang diberikan Tuhan kepada kita adalah yang terbaik buat kita.
1. SIAP MENTAL Selain kelengkapan ujian, yang lebih dulu dipersiapkan adalah mental. Sepinter apapun kita, ini gak akan ada apa-apanya kalo waktu ujian mental kita drop. Tenang, sabar, telaten, cermat itu yang sangat kita butuhin waktu ujian. Kalo udah jauh dari perasaan gelisah/takut, akan memudahkan kita untuk mengingat materi-materi pelajaran yang lalu-lalu. Memperhitungkan waktu memang penting, tapi jangan sampai merasa elo dikejar-kejar waktu. Soalnya itu cuma bakalan nambah kegelisahan kita. Mulai sekarang, katakan pada diri sendiri bahwa elo sudah siap UAN!
2. PERBANYAK LATIHAN SOAL Menurut pengalaman gue cara ini yang paling efektif. Soalnya, kebanyakan tipe-tipe soal UAN ya itu-itu aja. Percuma kita ngafalin teori-teori panjang lebar tapi gak pernah keluar di soal UAN. Kalo udah terbiasa ngerjain tipe-tipe soal UAN, gak ada lagi yang perlu kita takutkan dari UAN. Terus pelajari model-model soal dari UAN tahun lalu, dan perbanyak koleksi model soal prediksi. Trust me, it works! (kata iklan)
3. TIDAK PERLU BELAJAR KERAS, TAPI TERATUR Pahami tipe belajarmu. Hilangkan mindset tentang SKS alias Sistem Kebut Semalam. UAN gak bisa dihajar hanya dengan belajar semalaman. Kalo memang terbukti bisa, buat apa kita tiap hari sekolah kalo hanya bisa dilakoni dengan semalaman? Mulai sekarang, wajib belajar secara teratur. Nggak perlu belajar berjam-jam, cukup 15 menit yang penting paham apa yang kita pelajari. Tapi harus dilakukan setiap hari dan teratur. Tergantung seberapa cerdas elo memanajemen waktu untuk belajar. Lebih baik belajar sedikit tapi teratur, daripada banyak tapi malah menyiksa.
4. PROAKTIF Menantang waktu, kita harus proaktif dalam hal ini. Jangan menunggu waktu terlalu lama kalo elo menemukan kesulitan dalam materi pelajaran. Segera tanyakan pada guru, teman-teman, atau keluarga. Menambah jam les boleh juga, tapi jangan terlalu banyak yang justru menimbulkan rasa bosen dan stres. Nggak ada lagi seneng-seneng waktu ada jam kosong. Proaktif dalam memanfaatkan waktu.
5. MOTIVASI DAN SUGESTI PADA DIRI SENDIRI Ambil bolpoin dan kertas. Tulis dengan huruf kapital kalimat ini : "UAN MUDAH, SAYA SIAP MENGHADAPI UAN!!!" Tujuannya adalah mensugestikan pada diri elo bahwa elo bener-bener siap menghadapi UAN. Ingat hal-hal baik yang bakalan terjadi jika elo berhasil lulus Ujian Nasional dengan nilai yang sangat memuaskan. Motivasi diri elo sendiri! Buat orangtua bangga punya anak seperti elo. Inget bro, orangtua banting tulang demi pendidikan kita.
Jangan memperhitungkan apa yang orangtua berikan pada kita, tapi perhitungkan apa yang bisa kita berikan untuk mereka. UAN ini menjadi kesempatan untuk mempersembahkan prestasi sama mereka. BUAT ORANGTUAMU BANGGA!
6. RESTU ORANGTUA Gak hanya waktu nikahan aja kita butuh restu dari orangtua, tapi dalam segala hal. Termasuk ujian ini. Restu Tuhan kan ada di restu orangtua kita juga. Orang tua kita gak bakalan keberatan kok untuk mendoakan kita. Doa ibu kita jauh lebih manjur lho. Minta dengan tulus sama mereka untuk bener-bener merestui ujian kita.
7. BERDOA DAN TAWAKKAL Segede apapun mental dan usaha kita bakalan mustahil tanpa pertolongan Tuhan. Jadi wajib buat kita untuk selalu berdoa kepada-Nya. Setiap agama pasti punya cara masing-masing bagaimana cara berdoa dengan baik dan benar. Tapi tujuannya pasti sama, yaitu memohon pertolongan dari Yang Maha Kuasa. Kita berdoa kepada-Nya semoga diberi kemudahan, kesehatan, dan kelulusan. Ingat, jangan berharap banyak jika siang malem kita berdoa, tapi gak pernah belajar. Tuhan melihat usaha siapa paling keras dan doa siapa yang paling tulus. Kalo usaha dan doa udah maksimal, tinggal kita serahkan semua pada Tuhan Yang Maha Esa. Yakin dan percaya, bahwa apa yang diberikan Tuhan kepada kita adalah yang terbaik buat kita.
Manusia hanya bisa berencana, berdoa, dan berusaha, tapi Tuhan yang menentukan. Mudah-mudahan keinginan dan rencana kita bisa menjadi bagian dari rencana Tuhan juga. DO THE BEST !!! Semangat :D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar